Selasa, 07 Maret 2017

EMPAT JADI ENAM ( 4 jadi 6)

4 jadi 6
Pertama datang saya langsung jadi waka kesiswaan dan rasa tidak percaya keadaan sekolah SMA Ibnu Mas'ud Putri HSS tempat aku dipindahkan dari SMAN 2 Kandangan pada tahun 2014 di mana saat di SMAN 2 Kandangan jumlah kelas 20 terdiri 7 kelas X dan 7 kelas XI serta 6 kelas XII yang rata rata tiap kelas 32 siswa jadi jumlah seluruhnya 640 siswa dan di SMA Ibnu Mas'ud Putri jumlah klas 4 kelas terdiri 2 kelas X dan 1 kelas XI serta 1 kelas XII yang rata rata tiap kelas 20 siswa jadi jumlah seluruhnya 80 siswa.
Bila dibandingkan dari kedua sekolahan tersebut sangat berbeda padahal luas tanah sekolahan dan sarana ada. Hanya karena pondok bangunan kelas dan asrama dibedakan di mana kelas untuk kelas asrama untuk asrama maka itu walau jumlah bangunan sama banyak terbagi dua penggunaan nya, sedang di sekolah lama aku kerja semua bangunan untuk kelas. Alhamdulillah tambah wawasan ku, perlu diketahui pondok Ibnu Mas'ud Putri terdiri SMP dan SMA yang semua pondok malahan untuk jumlah SMP sebanyak 6 kelas yang rata rata 25 siswa. Jumlah seluruh siswa SMP sekitar 150 siswi dan SMP memang sudah dulu ada setelah kurang lebih 5 tahun baru SMA berdiri. Saat ini SMP Ibnu Mas'ud Putri berakreditasi A dan dapat penghargaan Sekolah Terintegritas dari mentri pendidikan.
SMA Ibnu Mas'ud Putri tahun 2015/2016 mendapat siswa baru 2 kelas sehingga seluruhnya jadi 5 kelas dan hampir 100 an siswi. Dan lulusan di SMA Ibnu Mas'ud Putri selalu 100% dan singkat kata tahun ajaran 2016/2017 dapat 2 kelas  lagi sehingga jadi 6 kelas bila ditotal jumlah kira kira 120 siswi. Dan tahun ajaran ini dapat bantuan bangunan gedung 1 ruang, alhamdulillah. Dan untuk jumlah  6 kelas SMA ini akan dipertahankan sampai maksimal mengingat manajemen keuangan dan sarana serta jumlah tenaga pengajar masih perlu perbaikan.
Perlu diketahui bahwa sekolah Ibnu Mas'ud Putri sekolah inklusif yaitu semua yang daftar diterima tidak melalui gelombang gelombangan jadi jangan heran saat tahun ajaran baru jumlah siswa baru banyak menjelang semesteran ada saja yang pindah dengan alasan bermacam-macam yang semua masuk akal bahkan ada yang tidak tahan mondok katanya dan pindah ke SMA biasa ke tempat lain.
Pernah saya jadi pembina upacara senin dan isi amanatnya bahwa perlu ada keanehan yang positif sebagai daya tarik untuk dijual keluar yang perlu diketahui orang tua calon siswi. Banyak macam contoh fakta sebagai andalan sekolah misal hasil keluaran siswi lulus 100% dan ke mana melanjutkan sekolah / kuliah ke perguruan tinggi negeri atau swastanya. Ternyata banyak yang kuliah sepert SMA lain dan banyak yang sarjana dan bekerja baik swasta atau menjadi pegawai negeri sebagai abdi negara.
Atau contoh fakta adalah manajemen untuk semua bidang, teladan dari bapak ibu gurunya yang seiman dan se akidah ( ustadz dan ustadzah ) nya. Bila dalam mengajar baik dan dalam silaturrahmi serta tindakan juga baik dan dilihat langsung oleh siswi maka akan tertarik siswa mencontoh dan menginformasikan ke orang tua dan orang lain sehingga orang tertarik ingin memasukkan anaknya ke pondok ini. Jika contoh contoh yang baik di abaikan mungkin sedikit yang kepingin ke sini. Ada contoh sekolahan yang sudah hilang dan hampir tinggal nama karena tidak mendapatkan siswa.
Ini hanya berharap untuk koreksi agar pondok kita tetap eksis dan bersyukur saat susah dan senang.
Allahu alam
Saya sekarang di indukkan ke SMAN 1 Daha Utara Nagara per 20 Oktober 2016, tapi masih penyesuaian sehingga masih mengajar di pondok Ibnu Mas'ud Putri ini sebagai guru Fisika SMA

Sabtu, 04 Maret 2017

PERKAJUS ''17

Biasa mengakhiri jabatan pengurus OSWATI kegiatan pentup adalah perkemahan ( perkajus) di sekitar sekolahan 2016/2017




Selasa, 21 Februari 2017

TIDUR MIRING KANAN DAN MANFAATNYA

Manfaat Tidur Miring ke Kanan sesuai Anjuran Rasulullah SAW

Tentu kita pernah dengar bahwasanya Rasulullah SAW menganjurkan agar miring ke kanan ketika tidur. Posisi yang demikian ini bukan hanya Rasulullah SAW sembarangan memilih posisi ketika tidur. Selalu ada manfaat dan keuntungan yang kita dapatkan selain pahala karena kita mengikuti sunnah Rasulullah SAW.
Hadits dari Barra bin ‘Azib ra : Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Jika kalian hendak tidur di pembaringan, berwudhulah seperti wudhu untuk shalat. Kemudian berbaringlah kamu dengan berbaring di lambung kananmu.” (HR. Al-Bukhari)
islamedia.co tidur miring kananBerikut manfaatnya :
1. Mengistirahatkan otak sebelah kiri.
Secara anatomis, otak manusia terbagi menjadi dua bagian kanan dan kiri. Bagian kanan adalah otak yang mempersarafi organ tubuh sebelah kiri dan sebaliknya. Umumnya kita menggunakan organ tubuh bagian kanan sebagai anggota tubuh yang dominan dalam beraktifitas seperti makan, memegang dan lainnya.
Dengan tidur pada posisi sebelah kanan, maka otak bagian kiri yang mempersarafi segala aktifitas organ tubuh bagian kanan akan terhindar dari bahaya yang timbul akibat sirkulasi yang melambat saat tidur/diam.
Bahaya tersebut meliputi pengendapan bekuan darah, lemak, asam sisa oksidasi, dan peningkatan kecepatan atherosclerosis atau penyempitan pembuluh darah. Sehingga jika seseorang beresiko terkena stroke, maka yang beresiko adalah otak bagian kanan, dengan akibat kelumpuhan pada sebelah kiri (bagian yang tidak dominan).
2. Mengurangi beban jantung.
Posisi tidur kesebelah kanan yang rata, memungkinkan cairan tubuh (darah) terdistribusi merata dan terkonsentrasi di sebelah kanan (bawah). Hal ini akan menyebabkan beban aliran darah yang masuk dan keluar jantung lebih rendah. Dampak posisi ini adalah denyut jantung menjadi lebih lambat, tekanan darah juga akan menurun. Kondisi ini akan membantu kualitas tidur.
Tidur miring ke kanan membuat jantung tidak tertimpa organ lainnya. Hal ini disebabkan karena posisi jantung yang lebih condong berada di sebelah kiri. Tidur bertumpu pada sisi kiri menyebabkan curah jantung yang berlebihan, karena darah yang masuk ke atrium juga banyak yang disebabkan karena paru-paru kanan berada di atas. Sedangkan paru-paru kanan mendapatkan pasokan darah yang lebih banyak dari paru-paru kiri.
3. Mengistirahatkan lambung.
Lambung manusia berbentuk seperti tabung berbentuk koma dengan ujung katup keluaran menuju usus menghadap kearah kanan bawah. Jika seorang tidur kesebelah kiri maka proses pengeluaran chime ( makanan yang telah dicerna oleh lambung dan bercampur asam lambung ) akan sedikit terganggu, hal ini akan memperlambat proses pengosongan lambung.
Hambatan ini pada akhirnya akan meningkatkan akumulasi asam yang akan menyebabkan erosi dinding lambung. Posisi ini juga akan menyebabkan cairan usus yang bersifat basa bias masuk balik menuju lambung dengan akibat erosi dinding lambung dekat pylorus.
medium_karamah-manfaat-tidur-miring-ke-kanan-976fcb
4. Meningkatkan waktu penyerapan zat gizi.
Saat tidur pergerakan usus menigkat. Dengan posisi sebelah kanan, maka perjalanan makan yang telah tercerna dan siap di serap akan menjadi lebih lama, hal ini disebabkan posisi usus halus hingga usus besar ada dibawah. Waktu yang lamam selamat tidur memungkinkan penyerapan bias optimal.
5. Menjaga kesehatan paru-paru.
Paru-paru kiri lebih kecil dibandingkan dengan paru-paru kanan. Jika tidur miring ke sebelah kanan, jantung akan condong ke sebelah kanan. Hal ini tidak menjadi masalah karena paru-paru kanan lebih besar. Lain halnya jika bertumpu pada sebelah kiri, jantung akan menekan paru-paru kiri yang berukuran kecil, tentu ini sangat tidak baik.

Minggu, 19 Februari 2017

Sjamsudin Noor

"LETNAN UDARA SJAMSUDDIN NOOR"
Letnan Udara Sjamsudin Noor, Perjuangannya dan Nama Bandara
Muhammad Sjamsudin Noor nama lengkapnya
Dia dijuluki pelopor Airways Indonesia
Anak Desa yang Lahir di Alabio, Amuntai, Hulu Sungai Utara, Kalsel
Gugur di usia muda sebagai pejuang TNI Angkatan Udara
Tidak banyak anak muda yang memilih menjadi penerbang pesawat tempur sebagai profesi di jaman masih sekarat tahun 1940-an. Dari yang sedikit, nama Muhammad Sjamsudin Noor terpatri dengan indah. Lahir di Alabio, Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalsel tanggal 5 November 1924, Muhammad Sjamsudin Noor besar di lingkungan keluarga yang taat beragama.
Ayahnya H.Abdul Gaffar Noor dikenal sebagai salah satu ulama di Alabio pada tahuan 1900-an. Ibunya Hj. Putri Ratna Willis, juga aktif dikegiatan keagamaan. Ketokohan keduanya, mengantarkan mereka sebagai sosok yang aktif di pergerakan dan organisasi perjuangan. Tahun 1940-an di masa transisi terbentuknya Republik Indonesia Serikat (RIS), H. Abdul Gaffar Noor, dipercaya sebagai Kepala Federasi Kalimantan Tenggara.
“Ayah beliau (Sjamsudin Noor) tokoh ulama di Kalsel yang juga pernah menjabat Kepala Federasi Kalimantan,” jelas Letkol Pnb, M. Mukson, Danlanud Syamsudin Noor, Banjarmasin.
Jabatan publik yang di emban sang ayah, membuat Sjamsudin Noor menghabiskan waktu jauh dari kampung halamannya yang dikenal sebagai sentra perternakan itik terbesar. Di usia 8 tahun, jenjang pendidikan dimulai di HIS Batavia Jakarta. Setelah lulus tahun 1939, melanjutkan sekolah di MULO Bogor, Jawa Barat.
Usai mengenyam pendidikan di sekolah Belanda, sejak tahun 1942 hingga 1945, Sjamsudin Noor melanjutkan pendidikannya di AMS Jogjakarta. Kondisi Negara yang masih dalam tekanan penjajah, membuatnya terpanggil dengan masuk Akademi Militer di Jogjakarta. Setahun di Akademi Militer, dia memperdalam ilmunya dengan masuk Sekolah Kejuruan Penerbang.
Prestasi yang bagus, mengantarkan Sjamsudin Noor terpilih mengikuti program Pendidikan dan Latihan Penerbang di India dan Burma. Dari sinilah ilmu profesional sebagai penerbang pesawat tempur dan pesawat angkut dicapai. Tiga tahun menimba ilmu, Sjamsudin Noor langsung dipercaya menjadi pilot pesawat penerbangan Indonesia Airways.
Dedikasi dan loyalitasnya sebagai penerbang, membuat TNI Angkatan Udara memanggilnya untuk memperkuat barisan penerbang pesawat tempur. Tahun 1950, sepulang dari Burma, Sjamsudin Noor yang berpangkat Letnan Udara Satu, dipercaya menerbangkan pesawat tempur Dakota 446 milik TNI Angkatan Udara. Sejak itu, secara resmi Sjamsudin Noor dipercaya memiloti pesawat tempur untuk membela Negara.
Minggu, tanggal 26 November 1950, sekitar pukul 17.00 WITA. Sjamsudin Noor menjalankan tugas negara menerbangkan pesawat Dakota dari Lapangan Andir Bandung (sekarang Bandara Husin Sastranegara) menuju landasan pacu Tasikmalaya Jawa Barat. Di perjalanan, badai dan memburuknya cuaca menjadi kendala. Kondisi ini diperparah dengan rusaknya mesin pesawat, membuat Dakota kehilangan kendali. Pesawat pun jatuh setelah menabrak tebing Gunung Galunggung, sekitar 15 Kilometer dari Malang Bong, Kecamatan Ciawi, Tasikmalaya, Jawa Barat.
Angkatan Udara Indonesia berduka. Sjamsudin Noor wafat di usia muda. Di usia yang baru 26 tahun anak banua ini, dianugerahi gelar Pelopor Indonesia Airways. Prosesi pemakamannya dilakukan secara militer di Taman Makam Pahlawan Cikutra Bandung, pada tanggal 26 November 1950. Diikuti tembakan salvo ke udara, TNI AU kehilangan salah satu penerbang muda terbaik bangsa.
Guna mengenang jasa perjuangannya, tanggal 13 Januari 1970 melalui peran DPRD Kalsel, Pemerintah Daerah dan Pimpinan Pangkalan Udara mengusulkan agar Lapangan Udara Ulin diganti menjadi Pangkalan Udara Sjamsudin Noor. “Atas peran dan jasa-jasanya terhadap negara, makanya bandara ini dinamakan Lanud Syamsudin Noor,” tegas Letkol Pnb M.Mukson, Danlanud Syamsudin N0or Banjarmasin.
Dipilihnya Sjamsudin Noor sebagai nama Pangkalan Udara (Lanud), juga melalui proses panjang. Setidaknya ada 3 pilihan nama pahlawan baik sipil maupun militer yang diusulkan kala itu. Masing-masing Komodor Udara Supadio, Pangeran Antasari dan Sjamsudin Noor sendiri. Melalui SK DPRD Kalsel, diputuskan nama Sjamsudin Noor menggantikan Lanud Ulin pemberian nama dari Belanda dan Jepang.

Kamis, 16 Februari 2017

PENYERAHAN SK PENEMPATAN KE SMA INDUK

Guru guru SMA Ibnu Mas'ud Putri akan di indukkan ke SMA negeri sebagai induknya mengikuti peraturan dari provinsi di mana guru SMA SMK dilimpahkan keprovinsi sehingga tiap guru SMA SMK mendapat SK penempatan untuk swasta otomatis ditempatkan oleh usulan diknas termasuk saya yang menerima SK ke SMAN 1 Daha Utara

















Kamis, 09 Februari 2017

PENILAIAN TAHAB I ADIWIYATA

Penilaian tahab I Adiwiyata, Kamis 9 Februari 2017
Adiwiyata itu sekolah yang berbasis lingkungan baik cara memulai nanam dan memperbaiki lingkungan, memelihara lingkungan dan memanfaatkan lingkungan tersebut serta memanfaatkan sampah baik organik dan anorganik, sehingga dari lingkungan tersebut dapat dirotasi / diputar cara bibit tanam dan penggunaan kembali sehingga tidah ada yang terbuang, dalam pelajaranpun diajarkan masalah lingkungan
















Rabu, 08 Februari 2017

HIDROPONIK UNTUK ADIWIYATA

Hidroponik adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah.